kebudayaan suku mandailing


 Assalamualaikum teman teman , 
gue akan membahas kebudayaan . sebelum gue bahas , Kalian tau gak apa itu kebudayaan?
Kebudayan merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Dan kali ini gue akan memperkenalkan kebudayaan dari Sumatera utara (Suku Mandailing) yaitu asal kebudayaan dari bokap gue.

Suku Mandailing adalah salah satu suku yang ada di Asia Tenggara . suku ini lebih banyak ditemui di bagian utara Pulau Sumatera , Indonesia . Suku Mandailing ini menyebar di beberapa kabupaten dan provinsi seperti di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batubara di Provinsi Sumatera Utara beserta Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatera Barat, dan Kabupaten Rokan Hulu di Provinsi Riau.

Agama / Kepercayaan

Penduduk suku mandailing ini mayoritas beragama islam ,  Islamisasi yang terjadi di Mandailing pertama kali dilakukan oleh Pandri dari Tanah Datar Minangkabau, dan pada saat itu dilakukan oleh lasykar yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dari jalur perbatasan
Minangkabau dengan Mandailing.

 Bahasa
Mereka berbicara dalam bahasa Mandailing dan berbagai macam bahasa sesuai situasi . seperti hata somal , sibaso , andung , teas dohot jampolak . Bahasa Mandailing ini sangat berkerabat dengan bahasa Batak Angkola dan Batak Toba .

Marga
Marga adalah nama pertanda dari keluarga mana seseorang tersebut berasal . biasanya marga terletak di nama belakang. Seperti adik saya diberi nama Keyza Siregar , Dinda Siregar  . Siregar termasuk marga suku mandailing , selain marga siregar banyak sekali marga di suku mandailing seperti Babiat, Dabuar, Baumi, Dalimunthe, Dasopang, Daulae, Dongoran, Harahap, Hasibuan, Hutasuhut, Lubis, Nasution, Pane, Parinduri, Pasaribu, Payung, Pohan, Pulungan, Rambe, Rangkuti, Ritonga, Sagala, Simbolon, Tanjung.  Marga itu sangat penting bagi orang Batak. Termasuk bagi orang Batak suku mandailing .Saking pentingnya, setiap kali berkenalan dengan orang Baru sesama Batak biasanya mereka akan menanyakan marga , batak nya batak apa , dan sebagainya. 
Marga ini sebagai identitas makanya marga harus diturunkan secara turun menurun dari kakek kepada bapaknya , kepada anakya , kepada cucunya , kepada cicitnya dan sebagainya. Seperti Putri Presiden Jokowi Widodo yaitu Kahiyang Ayu yang diberi marga siregar karena menikah dengan Bobby Nasution .Marga siregar diambil karena marga tersebut  Marga dari  ibu bobby yaitu Ade Hanifah Siregar asal suku mandailing. Kahiyang di beri marga karena ia belum mempunyai marga dan di dalam  adat suku mandailing , jika wanita belum mempunyai marga akan diberikan marga. Makanya ada acara pemberian marga ke mempelai wanita dan kahiyang diberi marga tersebut agar memperjelas keturunan , perkawinan antar-etnis , dan penghormatan.

Pakaian adat suku mandailing


Ini contoh foto saudara saya yang menggunakan pakaian adat suku mandailing , Dalam pernikahan biasanya pengantin menggunakan pakaian adat berwarna keemasan , merah dan hitam . Pada pengantin wanita biasanya menggunakan bulang atau penutup kepala dengan beberapa tingkat . Bulang ini biasanya terbuat dari bahan dasar emas sepuhan atau logam. Bulang  memiliki makna  yaitu lambang kemuliaan dan memiliki simbol struktur kemasyarakatan. Lalu ada baju kurung dengan bawahannya biasanya songket ,  kalung keemasan untuk menutupi daerah dada , ikat pinggang warna keemasan dengan selipan dua pisau kecil, dan  gelang di bagian lengan atas berwarna keemasan .sedangkan  laki laki menggunakan Ampu Mahkota yaitu penutup kepala yang berwarna hitam emas , warna hitam pada ampu memiliki fungsi magis  dan sedangkan warna emas artinya simbol kebesaran. Lalu ada gelang polos di lengan atas warna keemasan , baju godang yaitu seperti jas, dan ikat pinggang warna keemasan dengan selipan dua pisau kecil disebut bobat.

 Penguburan
Pada saat  penguburan adat mandailing tidak melakukan upacara adat seperti batak toba , suku mandailing biasanya pengeburunannya sesuai dengan ajaran agama islam.

Kesenian
 
Hasil gambar untuk tor tor mandailingKeseniann yang dimiliki suku mandailing yaitu Tari Tor-Tor , yang biasanya dilakukan pada acara pernikahan , upacara adat atau pesta. setiap penari harus menggunaka kain ulos , dan gerakannya mengadung makna untuk menghasilkan interaksi .  Sekarang ini Tari Tor Tor menjadi sebuah seni budaya bukan lagi menjadi tarian yang lekat hubungannya dengan dunia roh. Karena seiring berkembangnya zaman yang sudah modern . Tarian Tor-Tor ini harus dilestarikan dan ditanamkan oleh generasi muda karena tari ini mengadung nilai-nilai etika , moral , dan budi pekerti yang baik. 


Lubuk Larangan  

Hasil gambar untuk sungai lubuk larangan di suku mandailing
 
Menurut wikipedia Lubuk larangan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengelolaan tangkapan ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut  secara teratur menurut hukum yang dimusyawarahkan masyarakat sekitar ,
baik itu batas-batas lubuk larangannya, pelanggaran atas aturan serta masa pembukaan atau masa penangkapan ikannya untuk umum.  ini merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan dan diangkat , lubuk larangan ini salah satu warisan yang masih ada di suku mandailing .  biasanya dibuka dua kali setahun lubuk larangan atau sungai ini dubuka . jika ingin ikutan dapat bagian menangkap ikan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu . biasanya uangnya untuk kepentingan masyarakat umum.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli B. Lubis (tahun 2001), sedikitnya masih ada 70 desa yang masih menerapkan lubuk larangan di Mandailing  Natal. Pengelolaan lubuk larangan memberikan kontribusi yang sangat besar untuk pembangunan dan pengembangan desa, khususnya pada sarana pendukung pertanian.

Hanya ini yang gue bisa jabarkan mohon maaf jika adalah kesalahan dan kekurangan , wassalamualaikum wr wb.
 

Komentar